• 7

    Mar

    Lembayung senja

    Lembayung jingga menggelayut di ufuk barat,kilaunya yang merah keemasan begitu mempesona. Sore itu langit begitu sempurna, mentari yang mulai meredup dan perlahan kembali ke singgasananya mampu memikat semua hati yang sedang memandangnyaa. Damai…sedamai suasana sore ini. Tapi tak begitu dengan Lanang, hatinya sedih, teramat sedih bagai tersayat sembilu. Iya tak mengerti kenapa semua ini dia alami, kenapa harus merasa sesakit ini. Kenapa sulit merasa ikhlas ? Perlahan kilau kemerahan mulai menghilang berganti kemilau bintang dilangit, pertanda malam merasuki. Semua orang yang ada di pantai itu sudah pulang, tapi tak begitu dengan Lanang. Dia tak bergeming,hatinya semakin perih. Bulir-bulir kristal mulai menetes dari matanyaa, Lanang berteriak sekencang-kencangnyaa memecah
  • 16

    Apr

    Hitam atau putih

    Bisa dibilang ini lanjutan yang sebelumnya Bagunannya kelihatan biasa-biasa saja dari luar, Cuma tingkat dua, ngak seperti sebuah pergurauan tinggi pada umumnya. Yang membuat ini terlihat sama hanyalah karena ada sebuah papan bertuliskan Akademi Pariwisata Nusantara. Tapi kalau udah masuk ke dalamnya pasti pandangan akan sangat berbeda. Parkiran yang begitu luas, entah bagaimana bisa ada parkir sebegini luas padahal tanahnya tak seberapa. Disisi-sisinya terdapat sebuah kolam ikan panjang yang seolah mengelilingi bangunan. Jangan-jangan ini tipuan mata,sungguh bikin betah berlama-lama disini. Memasuki gedung akan semakin terpesona melihatnya. Ada tiga lantai lagi ke bawahnya lengkap dengan liffnya. Tepat di lantai paling bawah dekat dengan ruang praktek anak-anak front office, Septa duduk
  • 17

    Sep

    sekeping hati

    Aku memandang nanar ke sekeliling ruangan, asing….tempat ini benar-benar asing bagiku. Ruangan hanya cukup untuk satu dipan, pengap karena tak pernah ada sinar mentari yang masuk. Di tempat ini nantinya aku melewatkan sisa hidupku…. huuuh….kuhempaskan tubuhku di atas dipan, tak apa….sungguh ini tidak ada apa-apanya. Aku bisa melewati ini, bahkan aku bisa melewati cobaan yang lebih besar sekalipun. Aku relaa….yaaah aku relaa asalkan dia baik-baik saja, asalkan permata hatiku bahagia. Ini bukan kesalahan, aku tak berbuat salah….aku hanya ingin melindunginya. Siapapun pasti akan berbuat seperti itu bila melihat belahan jiwanya diganggu orang lain. Bahkan kalaupun orang itu sampai mati ditanganku…aku tak akan menyesal, karena aku membela kebenaran. I
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post