• 16

    Apr

    Hitam atau putih

    Bisa dibilang ini lanjutan yang sebelumnya Bagunannya kelihatan biasa-biasa saja dari luar, Cuma tingkat dua, ngak seperti sebuah pergurauan tinggi pada umumnya. Yang membuat ini terlihat sama hanyalah karena ada sebuah papan bertuliskan Akademi Pariwisata Nusantara. Tapi kalau udah masuk ke dalamnya pasti pandangan akan sangat berbeda. Parkiran yang begitu luas, entah bagaimana bisa ada parkir sebegini luas padahal tanahnya tak seberapa. Disisi-sisinya terdapat sebuah kolam ikan panjang yang seolah mengelilingi bangunan. Jangan-jangan ini tipuan mata,sungguh bikin betah berlama-lama disini. Memasuki gedung akan semakin terpesona melihatnya. Ada tiga lantai lagi ke bawahnya lengkap dengan liffnya. Tepat di lantai paling bawah dekat dengan ruang praktek anak-anak front office, Septa duduk
  • 27

    Mar

    Setelah hari ini

    Malam kian larut,namun mataku masih sangat sulit untuk dipejamkan. Hari ini adalah hari yang paling sulit kulalui, ntah apa lagi yang akan ku hadapi ke depannya. Apakah aku akan mampu bertahan ? Apakah aku akan bisa lalui semuanya ? Entahlah…berbagai masalah berseliweran dikepalaku,seakan kejadian ini tak cukup menghukumku. Tidak ada lagi orang-orang disampingku yang biasanya selalu menjadi penyemangatku. Mama……mama sudah membenciku, apalagi papa. Aku sudah mempermalukan mereka, sudah menodai kepercayaan mereka. Maafkan aku ma, aku khilaf….aku terlalu larut dengan kata-kata cinta hingga melupakan semua larangan mama. Ma aku ngak tahu apa yang harus aku lakukan tanpa ada mama disampingku, bagaimana aku mengurus perutku yang makin membesar ini ? Ma….aku mohon&
  • 26

    Jan

    Sebuah persahabatan

    Rara membanting keras pintu kamarnya, membuat kaget bik Nah yang lagi sibuk ngeberesin rumah. “Tumben non Rara udah pulang jam segini, pake banting-banting pintu segala” bathin bik Nah. Rara kesal bukan main, hatinya sakit karena merasa dipermalukan di depan umum. Dan yang lebih bikin sakit, yang mempermalukannya adalah sahabatnya sendiri, Ajeng. Sahabat yang dia banggakan selama ini, sahabat yang selalu mampu membuatnya tertawa dalam keadaan apapun. Rara benci Ajeng…dirobek-robeknya foto dirinya bareng ajeng yang selama ini menghiasi meja belajarnya, “Aku ngak mau kenal kamu lagi Ajeng…aku benciii benciiiiii” Rara menangis sejadi-jadinya membuat bik Nah tambah bingung. 24 Januari 2011 Mata Rara bengkak karena semalaman menangis, tapi dia tetap memutu
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post