Beneran kata orang-orang awam, politik itu memang kejam…terbukti baru nulis satu kata tentang politik aja aku udah mual-mual heee….. Jujur, ngak suka banget dengan dunia politik, apalagi melihat para pemainnya yang suka saling sikut sana sini.
Kali ini cuma mau cerita aja, lebih tepatnya curhat….
Sebagai seorang pemimpin atau lebih tepatnya calon pemimpin yang ingin mencuri hati rakyat agar kelak di pemilihan nanti dirinya yang terpilih pastinya akan berlomba-lomba meningkatkan citra dirinya di masyarakat. Memberi bantuan dana sana sini, selalu hadir dalam acara yang diadakan masyarakat setempat. Kadang selain mempromosikan dirinya yang paling baik, yang paling pantas untuk naik seringkali juga menjatuhkan nama baik lawan-lawannya.
Keluarga intiku bukan orang yang vokal dalam mendukung salah satu partai, bahkan tidak sekalipun aku pernah dengar mereka membahas nantinya harus milih siapa. Tapi almarhum pamanku terang-terangan membela partai lain yang bukan basis di desaku. Awalnya ngak masalah, sampai kejadian ini terjadi.
Kakak sepupuku baru mulai kerja minggu kemarin di sebuah perusahaan yang baru berjalan, tapi belum lagi genap hitungan minggu dia udah diberhentikan secara sepihak. Kata boss yang punya perusahaan itu, pemecatan itu bukan keinginan dia melainkan atas imbauan orang yang berpengaruh di desaku.
Katanya kalau masih mau kerja lagi di situ, kakak ku harus menghadap ke rumahnya. Tapi kakak menolaknya, karena dia tau pastinya kalau ke sana akan di paksa memilih dia saat pemilihan nanti kalau masih menginginkan pekerjaan itu.
Sebagai manusia yang solidaritasnya tinggi, apalagi ini menyangkut keluarga, tentunya hatiku merasa sangat marah dan sangat kecewa. Kami memang rakyat miskin yang tak punya pengaruh apa-apa, tapi apakah kami pantas diperlakukan seperti itu ? Aaah..entahlah, mungkin memang rakyat kecil punya kewajiban untuk di tendang sana tendang sini……
Tags: politik, politik itu kejam, pemilihan