Sep
28
2009

idana
Aku cemburu pada awan.
Dia datang tiba-tiba,
Membuyarkan semua lamunan menghalangi semua keinginan.
Dia merenggut keindahan malamku ,
Menodai langitku yang gemerlap.
Dia awan hitam.walau kadang ku rindu tapi tetap saja kedatangannya membuatku tersisih.
Aku cemburu pada awan yang bisa mengundang rintik hujan membasahi bumi.
Sekarang aku ingin sepertimu awan.
yang bisa menghalangi bintang bersinar di gelapnya malamku.
Bintang.
Aahkarena dia aku cemburu padamu awan
Mungkin lebih baik ku nyalakan lilin saja
Hangat tubuhnya bisa kurasakan dari dekat
Dan bisa kulupakan bintang itu
P.S : postingan ini untuk meyambut musim hujan yang tak menentu…untuk sahabatku Joel dan Melly terima kasih udah mau mendengarku
Sep
16
2009

idana
Hmm…kenapa kau ada disini ?? Kenapa kau menemuiku lagi setelah sekian lama menghilang ?
“aku letih berlari, aku lelah menjauh darimu”, bintang tertunduk lesu. “Duhai bintang…..maafkan aku yang telah menjerat hatimu. Maafkan aku yang ingin selalu menyerap sinarmu”. Tak perlu kawatir, karena aku tak kan menganggu lagi.
Tersenyumlah…dan pancarkan sinarmu di tempat seharusnya kau berada. Bukan di sini, karena kau akan selalu di bayangi kabut malam.
Ketahuilah wahai bintang, aku tak kan pernah merasa kehilanganmu…..karena aku akan selalu memandangmu dari sudutku di kegelapan malam.
Biar malam merengkuh tubuhku, biar dingin merayap merasuki seluruh sendiku….aku akan tetap ada di sini. Memandangmu
Sep
11
2009

idana
Bali tak perlu di ragukan lagi tentang pesonanya yang bisa menyedot perhatian dunia. Nilai-nilai budaya yang masih kental,Bali menjadi salah satu tujuan wisata baik local maupun manca Negara. Bicara Bali tentu tak kan terlepas dari peran masyarakatnya sendiri.
Orang-orangnya yang mewarisi jiwa seni baik itu tari, melukis ataupun pahat. Hampir semua orang bali bisa menari karena itu adalah hukum wajib yang tak tersurat.
Ngomongin orang Bali sama artinya ngomongin diriku sendiri. Kenapa ?? karena aku menganggap diriku adalah orang bali yang super unik. inilah keunikanku Depz
Mungkin di antara teman-teman pernah ada yang bertanya seperti ini : waahida orang bali ya, pasti pinter nari donk. Jawabannya adalah 100% salah,aku sama sekali tak bisa menari seperti layaknya wanita bali pada umumnya. Walau aku mewarisi darah seni karena hampir semua keluargaku adalah seniman tapi aku tak termasuk bagian dari mereka.
Tak heran ketika tari pendet mau di ambil alih Malaysia aku tak banyak komentar. Bukan karena tak peduli, tapi lebih karena merasa tertampar tak menghargai budaya sendiri. Mereka berburu seni dan budaya sampai ke negeri orang sedangkan kita malah menelantarkannya.
Tapi tak perlu menyesal, karena masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk membuat daerah ataupun negeri ini bangga. Tuull ngak ??? Yuuuk mare bikin bangsa kita bangga punya warga seperti kita
Halaaah..halaaah tumben postingan nya kayak gini
Sep
01
2009

idana
Tiba-tiba perih menusuk dadaku, kudiamkan……
semakin terdiam ku semakin tersudut.
Tenanglah……
Dia cuma ilalang yang coba menggores kulit halusmu.
Tak apa…..
Darahpun tak kan sampai menetes
Tersenyumlah…..
Dan kau akan segera melewati hamparan ilalang itu