Kemarin aku mendapat perintah untuk posting di sini sama yang punya blog :D, dan karena aku masih ada utang posting kalah taruhan jaman dulu kala sama adekku ini jadi awak posting ajalah di sini. Postingannya harus tentang mantan pacar, kalo posting di blogku kan nanti ketauan mantanku berapa tapi kalo di sini kan tak banyak yang tau (eh, kata sapa?)
Cemana ya mulai ceritanya?
Sebenarnya agak sulit menceritakan seberapa banyak mantanku. Kalo dibandingkan dengan kakak-kakakku quantitynya agak mengkhawatirkan (ngekek), tapi kan yang dapat dikatakan mantan adalah yang pernah ada komitmen dan memutuskan berpisah right?
PErtama kali pacaran kelas 3 SMP, aku pacaran dengan guru tennisku seorang mahasiswa Fakultas Teknik Mesin yang waktu itu mungkin usianya sudah 24 tahun atau lebih jangan2 dan usiaku saat itu adalah 13 tahun (ondeeeh). Sebenarnya aku gak ngerti pacaran itu seperti apa karena jaman dulu kan teman-teman di sekolahku juga belom ada yang pacaran gak seperti sekarang yang SD aja udah ngerti pacaran. Karena takut guru tennisku ini gak mau melatih aku maen tennis bareng kakak-kakak mahasiswa di kampus USU jadilah aku manggut aja pas diajak pacaran.
Dan pacaran itu ternyata makan di kafe abis pulang latihan tennis hari minggu, atau nemenin beliau nonton bola di rumah (gara2 ini aku suka bola). Tapi ternyata aku kena tipu, si abang pelatih tennisku ini sebenarnya punya pacar beneran anak kuliahan yang saat itu lagi pulang kampung selama 5 bulan. Gubrak, jadi ceritanya gw dijadiin cadangan. Dan dengan bantuan kakak-kakakku buat latihan mengucapkan kata2 maka aku memutuskan si abang pelatih ini tanpa tangisan. Lah gw aja cinta kagak.
Lalu putus dari pacar pertamaku yang cuma dua bulan, aku langsung diajak pacaran dengan teman sekelasku. Namanya apriandi panggilannya dedek. Sebenarnya nih pas SMP itu aku suka sama seorang cowo bernama Nico, tapi yah suka2 biasa aja . Gak pengen pacaran dll. Nah karena si dedek ini sepupu si Anda teman akrabku jadilah aku mau aja nerima dia jadi pacarku gara-garanya si Anda ini rupanya mau pacaran sama Nico (ketauan kaaaan). Trus kami pacaran lumayan lama, sampai tamat SMP dan dia ikut-ikutan aku masuk ke SMA yang sama. Tapi karena aku memang gak ada perasaan apa-apa jadi aku mulai bosan dengan rutinitas berpacaran ini, selain ngajarin dia buat Pe-eR bahasa indonesia dan bahasa Inggris. Jadilah aku putusin aja dia.
Dunia SMA ternyata penuh dengan macam-macam manusia. Seru. pertemanan lebih penting dari segalanya. Meskipun ada satu dua lelaki yang menarik perhatian, tapi teman-temanku lah yang paling banyak menyita waktuku. Hal yang wajar kalau pas SMA itu kita bergabung dalam ekstra kurikuler ini itu. Aku sangat aktif di kepengurusan OSIS, SKI (seksi kerohanian islam), pramuka dan paskibra dan gabung dengan berbagai macam geng anak sekolahan yang seru-seru.
Sebenarnya aku sempat pacaran dengan salah seorang siswa di kelasku tapi cuma sebentar. Dan mungkin juga karena saat itu aku ketemu seorang siswa SMEA (SMK). kalo jaman aku dulu pacaran dengan cowo yang sekolah di SMEA itu fatal banget karena cowo-cowo yang masuk SMEA itu sering dikatain banci. Sumpah pacarku yang namanya aldian itu macho banget koq hehehe dan dia ketua OSIS di SMEA nya itu.
Tapi ternyata kami tak berlangsung lama, karena sesuatu hal yang dicari-cari aku diputuskan oleh pacarku (ini pertama kalia ku diputusin cowo). Dan rasanya patah hatiiii banget hehehe. Trus aku masuk universitas dan bertemu banyak teman baru yang lebih lucu lagi daripada SMA. Lebih banyak lagi kegiatan ekstrakurikuler yang kuikutin saking gak bisa diemnya. Dan juga ketemu beberapa pacar yang cukup berkesan salah satunya Noly (berkesan karena diporotin uangku), Agus cowo pertama yang melamarku dan kutolak karena umurku rasanya waktu itu masih kecil (23 thn), dan seorang Rifan yang tak dapat kuungkapkan dengan kata-kata.
Waktu menikah aku berniat mengumpulkan mereka semua kecuali mungkin Ben Chaplin yang tinggal di Birmingham, semua mantan-mantanku berlokasi di indonesia. Tapi ternyata agak sulit menghubungi mereka, jadilah yang datang cuma Aldian dan sebuah karangan bunga besar dari si Noly. Beberapa cuma mengirim sms ucapan selamat dan beberapa lainnya bahkan aku tak bisa menghubungi.
Kalau dihitung-hitung memang agak banyak sih lebih dari 10 orang mantan pacar yang kumiliki. Tapi alhamdulillah (yah) hubunganku dengan mereka semua terbilang baik, apalagi dengan para calon mertua hehehe. Kami bersahabat seperti biasa, tak ada kecanggungan saat bertemu atau berkomunikasi. Memang ada beberapa yang mencoba mengingat masa lalu tapi aku kembalikan saja percakapan kami ke jalur yang benar, dan ada satu dua mantan yang tak berani menghubungiku karena kesalahannya yang memang memalukan dan karena hutangnya yang tak terbayar *cengir*.
Jadi seberapa banyak pun mantan kita, yah anggaplah saja itu sebagai manusia biasa lainnya yang memberikan warna dalam kehidupan kita, melatih emosi, mendewasakan pikiran.
Sekian postinganku kali ini dek, semoga jadi rajin posting, tapi gak harus tentang mantan koq. Cemana kalo tentang persiapan acara bulan desember? *berondokdibawahkolongmeja*
Love you,
Julie.
Tags: blogger tamu, mantan